Minggu, 03 Maret 2013

ARTIKEL PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN.


Artikel Perkembangan Sistem Informasi Manajemen

January 4, 2013
Perkembangan Sistem Informasi Manajemen dalam
Teknologi Informasi dan Komputerisasi Akuntansi

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP AUDIT SISTEM INFORMASI KOMPUTERISASI AKUNTANSI
Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitator utama bagi kegiatan-kegiatan bisnis yang, memberikan andil besar terhadap perubahanperubahan mendasar bagi struktur, operasi dan manajemen organisasi. Jenis pekerjaan dan tipe pekerja yang dominan di Jaman Teknologi Informasi adalah otonomi dan wewenang yang lebih besar dalam organisasi. Boundaryless organization adalah kondisi organisasi yang digunakan dalam teknologi informasi dengan batas-batas horisontal, vertikal, eksternal dan geografis yang sehat. Menipisnya batas horisontal mengakibatkan berkurangnya birokrasi sehingga organisasi menjadi lebih datar, dan karyawan menjadi lebih berdaya (empowered employees) dan menjadikan terwujudnya kerja sama lintas
fungsional dalam memenuhi kebutuhan customers yang kompleks. Menipisnya batas eksternal menjadikan perusahaan lebih berfokus ke penyediaan produk dan jasa yang menjadi kompetensi intinya (care competence). Untuk memenuhi kebutuhan customers yang kompleks, perusahaanmembangun jejar ing organi s a s i (organization network), yang di dalamnya setiap perusahaan menjadi anggota jejaring sehingga mampu menghasilkan value terbaik bagi customers, karena koordinasi tidak lagi dijalankan melalui ”command and control mode” namun koordinasi dilaksanakan melalui komunikasi, persuasi dan kepercayaan (trust). Kekohesivan organisasi
yang menggunakan tim lintas fungsional, dan yang mempekerjakan karyawan yang berdaya, serta yang menggunakan jejaring organisasi dalam mewujudkan tujuan organisasi ditentukan dari seberapa jelas misi dan visi organisasi dirumuskan dan keberhasilan pengomunikasian strategi tersebut kepada seluruh personel organisasi dan seluruh organisasi dalam jejaring.
Pemberdayaan karyawan yang dilandasi oleh trust-based relationship antar manajer dan karyawan menjadikan Information sharing dapat meningkatkan tuntutan tentang otonomi dan wewenang di kalangan karyawan,Persuasi menjadi pilihan untuk menggantikan komando, karena knowledge workers menjadi dominan dalam mewujudkan visi organisasi. dalam memacu
komitmen karyawan untuk mengubah strategi menjadi tindakan nyata.

Berkat teknologi ini, berbagai kemudahan dapat dirasakan oleh manusia seperti:
  1. Teknologi informasi melakukan otomasi terhadap suatu tugas atau proses yang menggantikan peran manusia.
  2. Teknologi informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia yang melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses.
  3. Teknologi informasi memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai bagian yang berbeda dalam organisasi dan menyediakan banyak informasi ke manajer.
  4. Teknologi informasi juga memengaruhi antarmuka-antarmuka organisasi dengan lingkungan, seperti pelanggan dan pemasok.
  5. Teknologi informasi dapat digunakan membentuk strategi untuk menuju keunggulan yang kompetitif (O’Brien, 1996), antara lain:

  1. Strategi biaya
Meminimalisir biaya/ memberikan harga yang lebih murah terhadap pelanggan, menurunkan biaya dari pemasok.
  1.  Strategi diferansiasi
Mengembangkan cara-cara untuk membedakan produk/ jasa yang dihasilkan perusahaan terhadap pesaing sehingga pelanggan menggunakan produk/jasa karena adanya manfaat atau fitur yang unik.
  1. Strategi inovasi
Memperkenalkan produk/jasa yang unik, atau membuat perubahan yang radikal dalam proses bisnis yang menyebabkan perubahan-perubahan yang mendasar dalam pengelolaan bisnis.
  1. S t r a t e g i p e r t u m b u h a n
Mengembangkan kapasitas produksi secara signifikan, melakukan ekspansi ke dalam pemasaran global, melakukan diversifikasi produk/jasa bam, atau mengintegrasikan ke dalam produk/jasa yang terkait.
  1. Strategi aliansi
Membentuk hubungan dan aliansi bisnis yang baru dengan pelanggan, pemasok, pesaing, konsultan, dan lain-lain.

Namun ironisnya, pesatnya perkembangan teknogi informasi tersebut awal mulanya bertolak belakang dengan sudut pandang Auditor yang menilai bahwa hubungan bisnis yang wajar adalah jika dilaksanakan berdasarkan falsafah arm’s length transaction-yaitu transaksi antara pihakpihak yang bebas atau independen. Hubungan istimewa (atau dikenal dengan related party transaction) diyakini auditor sebagai transaksi yang dapat menimbulkan ketidakwajaran angka yang dicatat dalam catatan akuntansi. Padahal transaksi bisnis yang didasarkan atas arm’s-length transaction dan nilai dasar ketidakpercayaan merupakan hubungan bisnis jangka pendek. Masing-masing pihak hanya mengusahakan agar pada saat transaksi bisnis terjadi, mereka yang terkait mampu bersikap businesslike, sehingga masing-masing pihak dapat memperoleh manfaat dari transaksi yang dilaksanakan. Apakah di kemudian hari pihak-pihak yang terkait sekarang akan melaksanakan bisnis, tergantung dari penentuan syarat-syarat independensi pada saat transaksi yang akan terjadi di masa yang akan datang tersebut sedangkan kemitraan Usaha (Partnered Relationship) untuk mendobrak mitos tersebut harus menitikberatkan pada trust building dan core competency di dalam membangun hubungan kemitraan, baik di dalam organisasi perusahaan (antara manajer dengan karyawan dan antar fungsi dalam organisasi) maupun di antara perusahaan dengan para pemasok dan mitra bisnisnya.

Sumber: http://nadiapritta.blogspot.com/2010/01/peranan-teknologi-informasi-terhadap.html


TEKNOLOGI DAN SISTEM INFORMASI DALAM MANAJEMEN
Di jaman sekarang ini globalisasi tidak hanya dalam dunia bidang ekonomi saja, lebih penting dari hal itu adalah globalisasi dalam bidang informasi. Dengan adanya perkembangan teknologi yang lebih sering disebut dengan Teknologi Informasi membuat seolah dunia ini tanpa batas. Peristiwa yang terjadi di manca negara dalam hitungan detik sudah bisa kita ketahui. Semua itu bisa terjadi karena adanya peran teknologi di dalamnya. Teknologi khususnya di bidang informasi memegang peranan penting bagi terciptanya kondisi tersebut. Informasi sudah menjadi kebutuhan pokok bagi setiap masyarakat di dunia dalam berbagai kepentingan, baik sosial, politik pertahanan dan keamanan maupun bisnis. Bagi sebuah lembaga yang besar kecepatan dan ketepatan informasi sudah menjadi hal yang wajib di mana hal ini akan sangat menentukan berbagai langkah yang akan diambil oleh lembaga tersebut. Di dunia bisnis, informasi pasar yang menyangkut perkembangan harga, ketersediaan bahan dan peluang pasar akan sangat menentukan perkembangan perusahaan.
Kebutuhan akan kecepatan dan keakuratan arus informasi tidak akan bisa terwujud tanpa peran sebuah teknologi di bidang informasi. Beberapa negara maju bahkan sudah menerapkan teknologi tersebut sebagai perangkat pokok dalam rangka mendukung kinerja pemerintah.
Tujuan mempergunakan Teknologi Informasi (TI)
Dewasa ini teknologi informasi sudah dipergunakan oleh beberapa perusahaan besar untuk mendukung operasional perusahaan, dari urusan pekerja, produksi hingga ke masalah pemasaran. Penerapan teknologi informasi dari berbagai lembaga mempunyai tujuan yang berbeda-beda, tergantung dari visi dan misi lembaga tersebut. Secara umum tujuan penggunaan teknologi informasi adalah (Syopiansyah, 2008) untuk mempermudah sebuah lembaga dalam mengelola lembaga tersebut secara lebih efektif dan efisien dan merubah cara-cara dalam berbisnis
Efisiensi
Dengan penggunaan Teknologi informasi diharapkan terjadi proses efisiensi, dimana berbagai tahapan dalam pelaksanaan kegiatan tidak lagi membutuhkan waktu yang lama, biaya yang mahal dan tidak mengenal jarak. Hal ini akan mempermudah dan mempercepat kinerja sebuah lembaga dalam mengambil keputusan.

Efektif
Dengan informasi yang tepat dan akurat sebuah lembaga bisa lebih mengontrol kinerjanya dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan, sehingga sesuai dengan target yang telah disepakati. Teknologi informasi memungkinkan kita untuk melakukan aktifitas bisnis selama 24 jam terus menerus, batas antar negara menjadi makin sempit, bahkan batasan waktu pun menjadi makin hilang. Penggunaan teknologi informasi dengan benar memungkinkan kita untuk bekerja melampaui rantai-rantai bisnis yang dalam Era Ekonomi Lama cukup panjang, birokratis dan mahal. Informasi mampu mengubah pola bisnis secara radikal, yang memungkinkan setiap perusahaan memiliki akses usaha dalam skala internasional.

Transformasi
DenganTeknologi informasi dengan sendirinya akan terjadi proses transformasi, di mana cara kerja konvensional dan tradisional dengan sendirinya akan tergantikan olehnya. Sebagai sebuah contoh, penyampaian sebuah surat tidak harus melalui kurir yang akan membutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang lebih, tetapi dengan teknologi yang digunakan akan mempermudah komunikasi seperti yang kita inginkan tanpa kita harus pergi dari tempat duduk.
Sumberdaya dalam Teknologi Informasi
Dalam mencapai suatu tujuan harus didukung dengan sumberdaya yang cukup memadai. Penerapan teknologi informasi harus didukung dengan berbagai sumberdaya yang harus dipenuhi untuk mencapai sasaran seperti yang diharapkan. Beberapa sumberdaya tersebut adalah :
  1. Perangkat Keras
    Mencakup perangkat komputer beserta perlengkapannya. Pemenuhan spesifikasi komputer akan sangat menentukan kinerja perangkat tersebut.
  2. Perangkat Lunak
Yang dimaksud perangkat lunak di sini adalah software atau aplikasi komputer yang digunakan. Pemilihan aplikasi komputer harus sesuai degan maksud dantujuan sebuah organisasi. Sebagai contoh, penerapan software untuk sebuah sistem informasi manajemen kepegawaian akan sangat jauh berbeda dengan sebuah sistem yang digunakan untuk pemasaran.
  1. Brainware/Sumberdaya Manusia
Adanya perangkat keras dan perangkat lunak tidak akan dapat bekerja dengan tanpa ada orang yang mengoperasionalkannya. Orang yang sudah terlatih, mengerti dan memahami karaktertistik sebuah sistem akan sangat menentukan keberhasilan dari penerapan sebuah sistem, artinya tidak sembarang orang bisa mengoperasionalkan sistem tersebut tanpa dibekali sebuah pengetahuan yang cukup.
  1. Pemilihan model/bentuk/jenis Sistem Informasi
Pemilihan sudah barang tentu akan mempertimbangkan berbagai kelebihan, kekurangan serta resiko yang akan dihadapi, sehingga berbagai hal yang akan mempunyai dampak merugikan terhadap organisasi akan dapat diminimalisir.Penyiapan dan Pemilihan SumberdayaTahapan, selanjutnya adalah menyiapan segala sarana dan prasarana yang dibutuhkan termasuk sumberdaya manusia yang diperlukan. Hal ini untuk menghindari pemakaian teknologi yang tidak tepat sasaran ataupun sia-sia.
  1. Perencanaan Strategis Sistem Informasi
Teknologi berkembang sangat cepat, begitu pula dengan sebuah sistem. Penggunaan sebuah sistem harus selalu mengikuti perkembangan. Perkembangan sebuah sistem diperlukan dalam rangka pelayanan kepada pihak luar. Berbagai kemudahan dan fasilitas disediakan seiring dengan perkembangan teknologi yang bersangkutan. Dalam mengembangkan sebuah sistem diperlukan sebuah perencanaan yang matang, sebuah perencanaan strategis yang mencakup berbagai aspek dan melibatkan berbagai pihak untuk menanganinya.
Perencanaan Strategis Sistem Informasi diperlukan agar sebuah organisasi dapat mengenali target terbaik untuk melakukan pembelian dan penerapan sistem informasi manajemen dan menolong untuk memaksimalkan hasil dari investasi pada bidang teknologi informasi. Sebuah sistem informasi yang dibuat berdasarkan Perancangan Startegis Sistem Informasi yang baik, akan membantu sebuah organisasi dalam pengambilan keputusan untuk melakukan rencana bisnisnya dan merealisasikan pencapian bisnisnya.

Sumber: http://syopian.net/blog/?p=864
Pengembangan sistem informasi berbasis teknologi informasi
Implementasi sistem informasi berbasis teknologi informasi dalam bidang tertentu juga sudah sangat tertinggal apabila hanya sekedar membuat otomatis tetapi belum dapat bersinergi antara suatu sub sistem informasi dengan sub sistem informasi lainnya. analoginya seperti halnya kita sehari-hari dirumah tidak akan dapat hidup tanpa berkomunikasi dengan lingkungan. (biasa hal ini dalam teknologi informasi dikenal dengan enterprise system yang terintegrasi). apabila kerangka pikir pengguna di level manajemen atas dan menengah sudah berusaha untuk ideal dalam mewujudkan sistem informasi yang saling bersinergi tentunya pengembangan-pengembangan sistem di institusinya
Salah satu kendala utama yang disampaikan penentu kebijakan dalam mewujudkan sistem yang sering penulis jumpai adalah beaya pengembangan sistem dan pegadaan infrastrukturnya. Namun seringkali kendala ini tidak mendapatkan solusi yang tepat apabila dihadapkan dengan kebutuhan dan regulasi yang mensyaratkan penggunaan sistem informasi. Sebagai langkah praktis untuk mewujudkan pengadaan sistem dengan membuat sistem informasi tanpa perencanaan desain dan proyeksi kebutuhan jangka panjang. Biasanya sistem hanya dibangun dengan pertimbangan merubah pekerjaan manual menjadi otomatis dengan biaya murah. Bahkan sering dijumpai juga menggunakan sistem informasi yang bersifat retail untuk suatu instansi yang seharusnya perlu mengakomodir kebijakan-kebijakan manajemen lokal sehingga memaksa kebijakan atau peraturan lokal tersebut hilang karena merujuk software yang baru yang sebenarnya tidak cocok.
merujuk pada tulisan oleh Bpak Priyo tentang SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN TERPADU, dalam pembahasan untuk sistem lain tidak terlalu jauh beda.
Hal penting yang harus dipertimbangkan dalam merumuskan konsep dan memilih sistem informasi berbasis teknologi informasi antara lain:
  1. 1.       Disain manajemen sistem informasi berorientasi saat ini dan kedepan.
Disain sistem merupakan kerangka dari arah perjalanan suatu manajemen. apabila disain tidak tepat sistem akan menjadi sia-sia dan cepat kadaluarsa.
  1. 2.       Sesuai dengan jenis manajemen yang sedang atau akan dikembangkan.
Kesesuaian antara jenis manajemen dan sistem yang dikembangkan mutlak diperlukan agar tidak ada fasilitas dari sistem baru yang tidak berguna dan semua dapat mengakomodir manajemen yang ada.
  1. 3.       Kesiapan sumber daya manusia ditingkat operator dan manajemen.
Kesiapan disini lebih ditekankan pada penerimaan SDM untuk bersama-sama dengan manajemen mengembangkan insitusinya. Karena SDM pertama yang akan mengoperasionalkan sistem adalah dari internal institusi sendiri.
  1. 4.       Kesiapan kebijakan pendukung dan anggaran biaya dari sisi manajemen.
Kesiapan kebijakan dilevel manajemen merupakan dasar dari pelaksanaan sistem yang akan digunakan, tanpa keputusan pengembangan sistem yang digunakan tidak akan mendapat perhatian dan pengembangan selanjutnya. Keberhasilan implementasi sistem juga akan lebih mudah dicapai dan hasil yang diharapkan dapat meningkatkan produktifitas akan lebih pasti. Apabila manajemen sudah memutuskan pengembangan sistem pastilah anggaran juga sudah dipikirkan. Anggaran untuk sistem sudah seharusnya dialokasikan selalu ada, karena sistem juga selalu berjalan dan beroperasi. Anggaran diawal mungkin sedikit lebih besar, namun apabila dibandingkan dengan manfaatnya yang merupakan sesuatu yang angka waktu habis pakainya lama (karena sangat terkait dengan kebijakan manajemen, apabila manajemennya selalu statis dan tidak ada layanan baru sistem juga tidak perlu diubah. namun hal ini merupakan ciri manajemen yang buruk apabila tidak ada update dan pengembangan disisi manajemen). Anggaran untuk sistem yang rutin dapat disimpan dan digunakan untuk pengembangan berikutnya, sehingga apabila saatnya dilakukan pengembangan sistem tidak ada kendala dari segi dana. Pada pengembangan awal, setelah desain dibuat dan disepakati bersama antara manajemen dan pengembang sistem informasi, tahapan pengembangan sistem dapat disesuaikan dengan anggaran dan kemampuan manajemen, sdm dan sebagainya. (Dengan catatan komitmen tahapan pengembangan tetap dilaksanakan agar sistem benar-benar sesuai desain yang direncanakan)

  1. 5.       Desain sistem informasi terintegrasi / terpadu.
Point integrasi sudah menjadi syarat utama dalam merencanakan dan membuat disain dan pengembanganya, salah satu issue utama dalam hal integrasi adalah efisiensi dan efektifitas dari sistem informasi dan kinerja manajemen yang ada.
Apabila 5 hal tersebut sudah menjiwai dalam pengembangan sistem informasi, dapat diyakini implementasi akan berjalan lancar dan sistem dapat tetap digunakan tanpa batas waktu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar